Selasa, 22 Januari 2019

Tip Mengajar Menulis Kreatif


Saat mengajar workshop menulis kreatif


Kalau diingat-ingat, sekitar 10 tahun yang lalu adalah awal pertama kali mulai mengajar menulis kreatif untuk anak-anak. 

Awalnya nggak ada pengalaman mengajar khusus menulis sebenarnya. Tapi kalau mengajar anak-anak (untuk semua pelajaran) sudah mulai sejak kuliah. Nggak terasa, ternyata tahun ini sudah 10 tahun. Bergelut di dunia anak-anak memang selalu seru-seru asyik penuh tantangan gimanaaa gitu. 

Walau nggak semua pengalaman menyenangkan, karena sebenarnya nggak mudah mengajar menulis kreatif untuk anak-anak. Bener-bener belajar pelan-pelan banget. Tapi berhubung memang suka banget sama dunia anak-anak dan pendidikan jadinya ya terus dijalani sampai sekarang. Hehehe. 

Sejak awal mengajar hingga sekarang, saya menggaris bawahi beberapa poin penting. Supaya mudah, saya menyingkatnya menjadi sebuah kata, yaitu USAHA

Apa aja sih yang harus diperhatikan bagi pengajar atau siapapun yang ingin mendampingi belajar menulis kreatif untuk anak-anak, diantaranya: 

U
Unik. Penting memiliki pandangan bahwa setiap anak itu unik. Ya, setiap anak itu istimewa. Sehingga kita tidak sampai terjebak membandingkan kemampuan anak satu dengan yang lainnya. Setiap anak memiliki karakteristik dan perkembangan yang berbeda-beda. Keunikan ni menetukan bagaimana melakukan pendekatan yang tepat nantinya.
Oh ya, karena perkembangan menulis setiap anak itu berbeda-beda dan membutuhkan waktu yang lama, maka perlu juga memiliki kesabaran untuk menikmati setiap prosesnya.

S
Stimulasi yang tepat. Saya percaya setiap anak pasti bisa menuangkan ide, perasaan dan apapun yang dipikirkannya dengan menulis. Hanya saja, terkadang belum menemukam media dan cara yang tepat. Sebagai pengajar, perlu memerhatikan dan menyesuaikan pendekatan yang digunakan. Memberikan stimulasi yang tepat adalah kunci untuk membuka potensi menulis anak yang tersembunyi. Stimulasi ini bisa dilakukan melalui dialog, bincang tema yang diminati anak, membacakan buku, diskusi buku, menggambar, nonton film, permainan, dan sebagainya. Carilah cara yang kreatif dan sesuai dengan minat anak.

A
Apresiasi. Ini adalah hal yg terpenting dalam proses belajar. Berikan apresiasi di setiap proses belajar bersama anak. Ini akan membangkitkan kepercayaan dirinya. Terkadang anak nggak mau menulis karena merasa malu, takut salah, tidak percaya diri atau mengeluh capek. Dengan memberikan penguatan, dan apresiasi yang pas, perlahan akan membuat anak akan lebih terbuka dan percaya dengan kemampuannya.

H
Hobi. Menulis bisa dimulai dari hobi atau apa yang disukai, dan apa yang di kuasai. Menuliskan apa yang disukai selalu menjadi pintu pembuka bagi anak untuk mau menuliskan apa yang ada di pikiran, apa yang dirasakan dan dialami. Cobalah menggali apa yang disukai anak. Setelah itu pancing dengan beberapa pertanyaan sehingga bisa mengembangkan ide cerita atau tulisannya. 

A
Asah. Sebagai pengajar juga harus terus meningkatkan kemampuan. Ilmu akan terus berkembang. Asah diri dengan terus belajar, banyak membaca, berlatih menulis, bertukar pikiran, diskusi dan berbagi. Ini penting untuk memperkaya pengalaman dan pemahaman dalam menghadapi anak-anak. Selain itu, juga akan lebih berpikiran terbuka, semakin luwes dan peka saat mendampingi anak-anak.

Nah, begitulah kira-kira. Oh ya, satu lagi. Memposisikan diri sebagai teman, ini efektif membuat anak merasa nyaman untuk belajar dan mau lebih terbuka.


Nggak ada cara pasti dalam mendampingi belajar anak-anak. Setiap orang punya cara dan gaya masing-masing. Ini hanya sebagai catatan pribadi aja sekaligus pengingat. Karena sampai sekarang pun masih teris belajar dan belajar lagi.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tip Mengajar Menulis Kreatif

Saat mengajar workshop menulis kreatif Kalau diingat-ingat, sekitar 10 tahun yang lalu adalah awal pertama kali mulai mengajar m...