Pertama kali dengar bahwa kami akan
ke Natuna, saya langsung mengernyitkan dahi. Hah! Natuna? Di mana itu? Itu
reaksi awal saya. Mungkin sebagian orang juga akan bereaksi sama. Bingung dan
mengernyitkan dahi. Seketika itu, saya langsung melihat peta Pulau Natuna.
Natuna memang jarang sekali diketahui keberadaannya karena letaknya berada di
pulau terluar Indonesia dan berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan.
Letak
Natuna menjorok ke Utara, karena itu ada juga yang menyangka bahwa Natuna bukan
bagian dari Indonesia. Bahkan, Natuna ini sempat jadi rebutan negara tetangga,
lho. Dulunya, Natuna merupakan daerah di bawah Provinsi Riau, kemudian di tahun
2002 memisahkan diri dan membentuk Provinsi Baru, yaitu Provinsi Kepulauan
Riau.
![]() |
| Peta Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. |
Walau
letaknya di ujung utara dan berupa kepulauan, ternyata Natuna ini cukup aman
dari gempa. Karena posisinya yang tidak dilewati oleh lempeng-lempeng bumi.
Pulau ini juga tidak berada di lingkar api. Itulah yang membuatnya menjadi
daerah yang cukup aman dari gempa dan letusan gunung berapi.
Hmm,
ada apa ya di Natuna?
Kalau
yang dimaksud adalah mall dan pusat perbelanjaan. Ya, memang di Natuna masih
belum ada. Bahkan, indo**** dan al****rt juga nggak ada. Adanya warung-warung
rumahan dan minimarket. Soal sinyal gimana? Untungnya di sini sinyal sudah ada.
Cukup lancar dan aman. Saya merekomendasikan menggunakan telkomsel atau
andromax untuk sinyal yang cukup kuat dan stabil. Di sini juga sudah tersedia
listrik, walau memang tidak semerata dan seterang di kota besar. Beberapa daerah
masih terlihat gelap saat melakukan perjalanan malam.
Kehidupan
di Natuna relatif tenang. Tidak banyak kendaraan yang berlalu-lalang. Saking
jarangnya, kendaraan motor yang melintas terkadang nggak segan menggunakan
kecepatan tinggi. Haha. Saya merasa penduduk di sini juga cukup ramah. Terbukti
beberapa kali bertemu muka selalu saling melempar senyum. Penduduk asli yang
sudah lama tinggal di sini, bisa otomatis mengenali lho kalau ada wajah-wajah baru yang
ditemui atau berkeliaran hahaha.
Gaes,
ternyata Natuna itu berasal dari bahasa Belanda, yaitu Natunae yang artinya
adalah alami. Pantas saja di Pulau Natuna ini banyak sekali dimanjakan dengan
pemandangan alam yang masih sangat alami. Dan tak heran, Natuna juga
mendapatkan julukan Mutiara di Ujung Utara. Mau tau apa saja keindahan alam
yang disajikan di Pulau Natuna? Setelah beberapa hari saya tinggal di sini, ada
beberapa tempat wisata dengan keindahan alam luar biasa yang bisa dijadikan
referensi kunjungan jika kalian akan berlibur kemari.
Alif Stone
![]() |
| Alif Stone |
Alif Stone Park merupakan salah satu destinasi
wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Natuna. Alif Stone Park alias Taman
Batu Alif, merupakan taman bebatuan berukuran besar. Tersebar di pesisir pantai
dan indah sekali. Di sana juga ada menyediakan penginapan. Menteri Kelautan
Susi seringkali menginap di sana. Disebut Alif Stone, karena ada salah satu
batu berukuran besar yang membentuk huruf hijaiyah alif. Lokasinya juga nggak
terlalu jauh, sekitar 15 menit dari kota Ranai menuju desa Sepempang. Percaya
deh! Saya sampai tidak bisa berkata-kata saat melihat keindahannya. Paling
asyik ke Alif Stone saat tidak banyak pengunjung dan di pagi atau sore hari.
Kita akan bisa benar-benar menikmati keindahan alamnya.
![]() |
| Tepat di hadapan saya, terdapat batu yang berbentuk seperti huruf hijaiyah Alif. Awal disebutnya Alif Stone Park. |
Pantai Tanjung
Pantai ini letaknya di Kecamatan
Bunguran Timur, tepatnya di Desa Tanjung. Perjalanan darat yang ditempuh dari
kota Ranai ke Pantai Tanjung sekitar 20 menit. Dari pantai ini, kita bisa
melihat Gunung Ranai sekaligus pemandangan pantai yang indah.
![]() |
| Di tepi pantai terdapat pondok-pondok kayu untuk menikmati kudapan sambil menikmati keindahan pantai. |
Ini adalah salah satu pantai
terindah yang pernah saya lihat semasa hidup. Lautnya biru, pasirnya putih
bersih juga lembut, udaranya semilir sejuk, dan ombaknya yang tenang. Kita bisa meikmati pemandangan
sambil menikmati kudapan di pinggir pantai. Minum es degan ijo dan kernas,
salah satu jajanan khas Natuna, yaitu gorengan dari bahan ikan. Sungguh, bener-benar nikmat! Betah banget deh,
berlama-lama di sini.
Pantai Stress
![]() |
| Lapangan yang terletak tepat di tepi Pantai Stress. Sering digunakan untuk aktifitas warga setempat. |
Pantai Stress terletak di tengah kota. Maka tak
jarang di pantai ini menjadi ajang berkumpulnya warga kota. Di bibir pantai
Stress, terdapat lapangan yang cukup luas. Biasanya, ada banyak penjaja makanan
di sana. Tempat ini juga asyik untuk nongkrong. Kalau Minggu pagi, banyak warga
yang berolahraga pagi di sana. Sebenarnya nama pantai ini adalah Pantai
Kencana, namun entah kenapa dari dulu orang-orang menyebutnya dengan Pantai
Stress, sehingga terbawa hingga sekarang.
Awalnya saya kemari karena ingin mencari momen
matahari tenggelam. Sayangnya, saat itu cuacanya mendung, jadi ketika matahari tenggelam tak nampak jelas karena tertutup awan. Namun, saat tiba di Penagi ada sesuatu yang menarik.
Rupanya, Penagi ini merupakan perkampungan yang berada di Laut Natuna.
Rumah-rumahnya terbuat dari kayu di atas air. Dulunya, ini merupakan kampung pelabuhan
yang amat ramai. Namun, karena semakin lama, perekonomian mulai bergeser di
Kota Ranai, perkampungan ini perlahan menjadi sepi. Walau begitu, keasliannya
masih tetap terjaga. Terasa sekali suasana kehidupan yang aman dan damai di
sana.
Pengadah
merupakan nama desa yang ada di Kecamatan Bunguran Timur Laut, Natuna. Kemarin
kami melakukan perjalanan ke sana karena di sana ada daya tarik yang unik.
Perjalanan darat dari Ranai ditempuh sekitar 1 jam dengan kondisi jalanan yang
sepi. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang
luar biasa indah. Bayangkan! Di sebelah kanan Anda akan melihat indahnya laut
dengan air berwarna hijau dan biru. Sementara di sebelah kiri, Anda akan
melihat pemandangan Gunung Ranai yang tak kalah menggoda. Perjalanan selama satu jam
sama sekali tidak terasa, tertutupi oleh perasaan takjub di sepanjang
perjalanan.
![]() |
| Pemandangan yang dilihat saat menuju ke dermaga Pengadah |
Setibanya
di Pengadah, kami menuju sebuah dermaga. Pemandangan dari dermaga ini sungguh
indah. Kita bisa berfoto atau hanya menikmati pemandangan alam di depan mata.
Air laut yang masih jernih, memiliki gradasi warna hijau, biru muda dan biru, menghasilkan perpaduan warna yang cantik sekali. Di sini suasananya masih sangat sepi dan asli. Tidak ada tempat untuk sekadar duduk-duduk atau penjaja
makanan di sekitar dermaga. Walau demikian, saya sudah sangat puas dengan
pemandangan yang ada.
![]() |
| Berfoto di dermaga Pengadah. Salah satu tujuan kami kemari. Haha.. |
Semakin
menjelajahi Natuna, semakin bangga dan beryukur. Indonesia punya pulau yang bagus banget, masih alami dan pastinya nggak kalah dengan keindahan alam di negara lain. Tak sabar
rasanya menjelajah daerah lainnya di Natuna. Ikuti cerita berikutnya, ya!














